JOL #2: Di Galunggung Part.2 (June 29th 2013)

Halohalohalo…

Day 2 in the making of Galunggung Stop Motion.

Review ulang! Hari pertama baru setengah jalan bareng Dian, kamera mati tengah jalan karena lupa di charge, banyak tentara lagi latihan, dikira orang aneh karena foto satu langkah per langkah, dan Galunggung berkabut juga cukup dingin.

Hari cerah Jumat ini, 14 Juni 2013. Rada optimis nih bakalan bersahabat dengan si gunung siang ini. Dian udah beres di hari pertama, selanjutnya ajakin si Yayan gimbal, bocah mekanik yang bantu-bantu di bengkel untuk jadi model stop motion hari kedua. Konsep udah rampung, tinggal eksekusi aja.

Disuruh mandi deh tuh bocah biar gak terlalu kumuh dan bisa ke-shoot kamera lo-fi yang saya pakai. hahaha…

Day 2 ini saya sendiri yang bawa motor, 90kg, 175cm, masa diboncengin bocah yang lebih kecil, takutnya guling-guling jatuh dari atas gunung sampai rumah. hahaha…

Okey, sama seperti sebelumnya, jalanan masih jelek, dan ajak ngobrol aja sepanjang jalan si bocah gimbal ini. Kasihan, harus putus sekolah di kelas 2 SMP karena minimnya biaya dan kurangnya dukungan orang tua yang bercerai. Berakhir di jalanan, ber-vespa ria ala gembel skuter, dan beruntung ditemukan oleh para senior bengkel. Yayan diberi kesempatan belajar di bengkel dan sedikit membantu, at least he finally accepted by his community in positive way. Orang begitu saja bisa belajar dan menjadi baik, apalagi saya? ya harus sob… 😀

Curhat sana-sini, bocahnya jujur, gak salah menjadikan dia model. Ada satu nilai yang ingin disampaikan pada para Vanshead sana, dan semoga nilai ini dapat dipahami dan menjadi virus positif yang mempengaruhi pemikiran para Vanshead.

Ahhh, sampai juga akhirnya diparkiran puncak Galunggung sekali lagi. Ngisep dulu rokok ah sambil minum teh manis, segar, really refreshing your mind kalau dikombinasikan dengan melihat hamparan Tasikmalaya dari ketinggian diatas 1000 meter.

Disini ada hal aneh, rambut saya yang gondrong kayak Eddie Vedder dan si Yayan yang gimbal persis Ziggy Marley terus dikerubungi 2 ekor tawon yang berukuran sedang. Mereka kira nih rambut rumah mereka kali ya! damn! takut, lanjut motret aja deh sambil berlari, sampai lupa harus bayar si ibu warung.

Bingung beberapa kali bolak balik nyari tanda tangga dimana kemaren stop motret. Kami cari tanda bertuliskan “Si Gaul” satu-satu, belum motret udah cape duluan, mana kemaren juga kan beres dari sini sob, lumayan.. turun 1 ons, setidaknya muka kelihatan lebih tirus kayak Herjunot Ali.

Total 8 jam produksi, 1500+ foto, dua orang model yang menjadi teman dekat, satu kali ngetawain bule karena di hari pertama dia apes kena kabut jadi gak ada pemandangan, 1 jam berendam di wisata air panas yang mantep, 4 liter bensin, satu buah tripod yang ternyata tidak diperlukan, satu kamera poket lo-fi, dan beberapa bungkus rokok. Damn! what a trip!

Step by step, picture by picture, from nothing to flying motion, and suddenly its all done folks!

See you in the next random journalTesa

author: TesaYohan

Advertisements
This entry was published on September 12, 2013 at 8:49 PM. It’s filed under Journal of Life (JOL) and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: