RIP #4: About Vans Syndicate by Me

Hallo, seri Syndicate sekarang, pada dasarnya seri ini sama seperti Vault, merupakan lini pengembangan terkini dari Vans yang bedanya, Syndicate dimulai pada tahun 2006 dan menampilkan nama-nama yang lumayan menyeramkan untuk kalangan pelaku kultur urban.

carhartt-wip-x-vans-syndicate-era-tab-s-reflective-7Syndicate dibuat dengan alasan sederhana, yaitu untuk menceritakan berbagai untold story dari era akhir 80an sampai awal 90’an dimana pada masa itu skateboarding dianggap mati. Vans berusaha menyampaikan cerita tentang orang-orang yang berusaha keras dalam membuat dunia skateboarding menjadi apa yang orang lain lihat dan rasakan pada era sekarang ini dan kebetulan hanya Vans-lah yang bisa membuat itu terjadi.

Sebut saja Jason Dill, Ave, Steve Olson, Andy Kessler, Shawn Stussy, Eric Dressen dan beberapa nama lainnya. Syndicate merupakan sisi lain dari sebuah Vans, sebuah cerita yang keras, kelam, dan harus menjadi bagian dari Vans yang bisa diterima oleh para vanshead sebagai bagian dari hal yang melengkapi perjalanan kultur mereka hingga saat ini.

Makanya, para vanshead baru mungkin hanya akan terkesan dengan garangnya tampilan sebuah Syndicate atau langkanya sepasang Syndicate untuk ditemukan tanpa berpikir panjang nama dibaliknya. Setiap pihak yang dilibatkan dalam kolaborasi Syndicate bukan sembarang orang, mereka terdedikasi dalam sebuah kultur yang lebih dalam dan berakar. Okay, nama-nama infamous skateboarder dan artisant tersebut mungkin akan kalah pamor dengan nu’skool semacam P-Rod, Sheckler, Houston, Anderson, dll, namun beberapa nama diatas (sebelumnya) itu berasal dari kultur yang lebih authentic dan memang sons of Vans pada dasarnya. 

Tapi kenapa ada Wtaps, Takahayashi, dan lainnya? Vans tetap mengedepankan diversifikasi lini produk mereka sendiri, mereka yang dianggap memiliki kapabilitas dalam hal seni kontemporer seperti ini dan dianggap memiliki sisi perjuangan yang sama pada era sebelum sekarang dibawa kembali oleh Vans untuk menyajikan cerita mereka sendiri untuk mendesain sebuah sepatu. Perlu agan ketahui bahwa nama-nama yang tercantum dalam rilisan Syndicate tidak hanya sekadar menumpangkan nama mereka pada box atau kemasan Vans, tapi mereka secara personal memberikan kontribusi mayoritas dalam menentukan visualisasi sebuah desain, okay sebagai contoh sebut saja the directors of Wtaps, Tetsu Nishiyama atau the legendary Mr.cartoon, mendesain sepatu Syndicate mereka sendiri secara personal tanpa ada keterlibatan atau pengaruh pihak ketiga, mereka memberikan Vans sebuah karya mereka yang terinspirasi era/masa dimana mereka mengalami hal yang serupa dengan Vans dalam memperjuangkan karir mereka dalam dunia urban.

concepts-x-vans-syndicate-combat-zone-teaser-1Setiap sepatu Syndicate lebih memiliki karakter dan cerita tersendiri pada intinya, dengan rilisan terbatas dan menjadi sebuah divisi yang lagi-lagi unik karena dimiliki hanya oleh Vans. Setiap season dirilis dengan artikel terbatas, disertai dengan kode penanda khusus yang merupakan ciri nomor urutan rilisan dan hanya dirilis pada butik-butik terpilih untuk menjaga eksklusivitasnya. Agan akan menemukan sebuah sepatu Syndicate memiliki material yang sangat memuaskan, fabrikasi yang memuaskan dan dikemas untuk menyampaikan sebuah story, so… welcome to the house of Syndicate.

“Syndicate was created to tell the untold story of late ’80s/early ’90s skateboarding, a time when it was considered dead. We wanted to tell the stories of the guys who really pushed skateboarding to what it became today and Vans was the only brand that could do it right … It was the other side of Vans, a hardcore story that you had to be a part of to understand it. I still cannot thank Vans enough in believing in our idea and letting us create such a category.”

– Jon Warren (Creative Director of Vans)

reference: hypebeast, syndicatezine, lifeandtimes, and many short article. 

author: TesaYohan

Advertisements
This entry was published on October 8, 2013 at 11:25 PM. It’s filed under Review in Plot (RIP) and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: