IMO #3: Apa Ia?

Kita ini hidup di sebuah lingkungan yang jamak dan terus saja berkembang dari waktu ke waktunya. Tidak bisa dihindari dari apapun itu yang masuk melalui visual dan suara dari berbagai arah.

Saya bertanya pada mereka, apakah ini kehendaknya agar kita melihat dan mendengar apa yang seharusnya menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk dilihat dan didengar.

Mungkin semua berpikiran bahwa hidup ini hanya untuk dijalani bukan untuk terlalu dipikirkan keberadaannya. Reka visual itu memunculkan satu imaji di satu sudut ingatan, jika saja ada sesuatu yang bahkan hampir serupa memiliki sensasi dalam benak kita. Akhirnya semua menjadi satu realita, yang kita percaya itu adalah benar.

Suara melengkapi semuanya, tanpa sebuah notifikasi, satu memo itu adalah bohong bagi saya. Hmmm, apakah kita memang dihilangkan dari arti yang penting? seharusnya kita hidup dalam satu dimensi saja, dimensi dimana yang dicerna itu cukup penting bagi saat itu, pada alternatif dimensi itu tentunya.

Entahlah, apa yang orang bilang otak itu mudah tercuci waktu, air hanya memberikannya waktu untuk hidup, tapi hal-hal yang tidak terlihat membuatnya terlalu bersih bahkan menjelang pucat. Semoga kita semua ini hanyalah ilusi…. semoga. 😀

words by: TesaYohan

Advertisements
This entry was published on November 9, 2013 at 7:59 PM. It’s filed under In My Opinion (IMO) and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: